Posted in Galeri: Manipulasi Foto
Total Eclipse of My Heart
Dawn Archer
Posted in Galeri: Manipulasi Foto
Eksibisionis
Posted in Galeri: Foto Satwa
Kamuflase
Daya tarik foto ini teletak pada skema warna yang kontras antara objek utama (harimau Sumatera) dengan lingkungannya. Skema warna antara warna dingin dan warna panas seperti ini disebut warna-warna analog. Untuk mengaburkan latar depan yang berupa ranting semak, saya gunakan titik api lensa yang tinggi (300 mm) dipadu dengan bukaan diafragma besar (angka kecil f/3,5). Fokus saya letakkan pada mata harimau. Kepekaan film ASA/ISO 400 yang saya gunakan cukup menolong karena memungkinkan saya mendapat kecepatan rana yang cukup tinggi, yaitu 1/250 untuk mengimbangi bobot lensa dan menghindari guncangan pada kamera. Guncangan pada kamera yang diakibatkan gerakan cermin dalam tubuh kamera maupun akibat bobot lensa dapat mengakibatkan rekaman foto menjadi tidak fokus (kabur). Saya pun menunggu moment yang tepat untuk menekan tombol pelepas rana (shutter release), yaitu saat harimau memandang ke atas dan riak-riak air di sekitar tubuh harimau terbentuk.
Posted in Galeri: Foto Satwa
Patine Robot Gedheg (Matinya Robot Gedheg)
Posted in Galeri: Foto Kejuaraan
Model 1
Posted in Galeri: Foto Kejuaraan
Tunas Muda, Budaya Purba
Posted in Galeri: Foto Kejuaraan
Perempuan, Sang Empunya Kebijaksanaan
Alam Wonosobo, Dieng, Temanggung dan sekitarnya (Jawa Tengah) memang indah. Foto ini saya rekam di sebuah bukit perkebunan teh sekitar Dieng, pukul 06.00 pagi. Dengan film diaswarna (slide atau film positif) ASA 100, lensa Nikkor 35 mm, bukaan diafragma f/11 saya coba rekam kejenuhan warna biru langit dan deretan Gunung Slamet, Sindoro, Sumbing, Merapi dan Merbabu pada latar belakang. Kecepatan rana rendah 1/30 detik menghasilkan efek gerak pada tangan pemetik teh, sementara gambar tetap fokus dengan bantuan lampu kilat pengisi (fill-in flash).
Dari sisi konten, saya ingin mengungkapkan ketangguhan kaum perempuan yang mampu menjalankan fungsi sebagai pencari nafkah sekaligus mendidik dan membesarkan anak (ada di gendongan pemetik teh). Tangan kaum perempuan pemetik teh ini juga jeli memilih daun-daun teh yang pas umur petik, sehingga menghasilkan cita rasa yang istimewa. Dari julukannya “per-empu-an”, memang para ibu adalah sang empu (ahli) dan sang empunya (yang memiliki) kebijaksanaan. Maka, mari kita cintai Ibunda kita.
Posted in Galeri: Foto Kejuaraan
Tarian Para Denawa
Kesendirian Dalam Biru
Kesendirian adalah kesan yang ada pada foto yang saya rekam di Pantai Karang Bolong, Banten ini. Saya mencoba meletakkan horison pada 1/3 bagian atas bidang foto dan meletakkan objek (nelayan) di bawah horison tersebut. Posisi horison tersebut akan mengesankan alam yang luas (dalam hal ini unsur air laut) sehingga mengesankan kecil dan kesendirian objek utama foto.









