Klinik Olah Foto
1. Andiko Tampubolon (at183@XXX.com)
Tanya: Pertama saya ingin menyampaikan dukungan atas tersedianya rubrik ini karena tidak banyak yang saya tahu menyediakan konsultasi secara langsung.
Saya ingin menanyakan beberapa hal:
a. Saya sering memotret menggunakan RAW file. Untuk adjust-nya, manakah program yang disarankan untuk mendapatkan hasil maksimal: Adobe Bridge CS3 atau Canon DPP versi 3.2.0 ? Adakah program lain yang sebaiknya saya gunakan dalam Windows XP ?
b. Setelah mendapatkan hasil yang telah di-adjust dari file RAW, format manakah yang lebih baik untuk menyimpan: TIFF atau JPEG? Berapa bit? Lab foto digital seperti Adorama atau Fuji hanya menerima format JPEG atau BMP dan saya harus meng-convert-nya lagi.
c. Sekarang sedang trend pencetakan album digital. Adakah program selain Photoshop yang dapat menangani layout untuk membuat album digital tersebut?
Terima kasih atas kesempatan yang telah diberikan.
a. RAW merupakan rekaman data-data foto sebagaimana adanya ketika dipotret. Rekaman itu memungkinkan untuk dibaca dan disajikan kembali oleh perangkat lunak penyunting file RAW. Ada 2 macam perangkat lunak penyunting file RAW, yaitu yang dikeluarkan oleh produsen kamera digital serta yang dikeluarkan oleh produsen perangkat lunak grafis seperti Adobe. Data-data penyuntingan file RAW yang dilakukan dengan perangkat lunak produsen kamera hanya dapat dibuka kembali dengan perangkat lunak tersebut, tidak bisa dibuka dengan perangkat lunak dari produsen kamera lain. Untuk menyunting file RAW, Anda dapat gunakan Adobe Photoshop versi CS2 atau yang lebih baru (versi CS3). Coba juga dengan Adobe Lightroom jika Anda hanya akan menyunting elemen-elemen pokok foto (distribusi tonal, saturasi warna, corak warna/hue). Kalau mau menggunakan perangkat lunak gratisan, coba saja RAWshooter. Pada perangkat lunak penyunting file RAW, Anda dapat menerapkan data-data setelan elemen suatu foto ke foto-foto yang lain.
b. Selain format RAW hasil penyuntingan, jika hendak mencetak sebaiknya simpan juga ke dalam format TIFF (Tagged Image File Format) karena format file ini menggunakan metode kompresi lossless. Artinya, tidak membuang beberapa aspek foto seperti saturasi warna dan kontras. Metode kompresi lossy seperti JPEG (Joint Photographer Expert Group) banyak mengurangi kualitas foto untuk mengecilkan ukuran file.
Kalaupun terpaksa menggunakan format file JPEG, gunakan skala kompresi yang maksimal (biasanya di Photoshop di atas nilai 7). Sebaiknya Anda simpan dalam 8 bit, karena sepengetahuan saya, kebanyakan perangkat lunak penyunting foto saat ini (termasuk Adobe Photoshop) masih bekerja dalam mode 8 bit. Jika Anda menggunakan mode 16 bit, maka banyak fasilitas (terutama filter) yang tidak berfungsi. Untuk menerapkan suatu filter, misalnya, Anda harus menerapkannya secara berurutan terhadap channel (kanal warna) Red, Green dan Blue. Nilai yang diterapkan pada masing-masing kanal warna tersebut haruslah sama. Foto 8 bit artinya setiap kanal warna dapat menyimpan 2 pangkat 8 (256) warna. Total warna yang dapat ditampilkan oleh foto 8 bit adalah 256 X 256 X 256 (3 kanal warna) = 16777216 warna. Sementara itu, foto 16 bit mampu menampilkan warna sebanyak 2 pangkat 16 (65536) setiap kanal warnanya. Total jumlah warna yang dapat ditampilkan adalah 65536 X 65536 X 65536 = 281474976710656 warna.
c. Mungkin yang Anda maksud adalah album foto digital yang dapat disimpan dalam CD dan diputar di komputer atau dipajang di web? Kalau itu yang Anda maksud, silakan coba AlbumDIY atau FLIPflashAlbum yang dapat Anda download di alamat www.http://www.dirfile.com/freeware/photo-album-software.htm
