Klinik Fotografi
Jan 19, 6:21 AM
Tanya: Saya mau minta saran nih. Saya pemula di fotografi. Saat ini sedang menimbang-nimbang, mau beli lensa tambahan. Mohon saran untuk lensa yang panjang titik apinya 200 mm, 250 mm, atau 300 mm? Kepenginnya sih yang 300 mm. Minta saran untuk lensa merk Tamron atau Sigma? Lensa mana yang sebaiknya di miliki untuk outdoor? Matur nuwun. Salam..
Jawab: Tamron dan Sigma sama-sama merupakan produsen lensa mandiri yang dedicated untuk merk-merk kamera SLR. Saran saya, sebaiknya Anda memilih lensa zoom yang rentang titik apinya cukup leluasa, misalnya 60 mm - 300 mm. Perhatikan bukaan diafragma pada lensa, usahakan Anda memilih lensa tele yang memiliki bukaan diafragma sebesar mungkin (angka kecil, misalnya f/2.8). Angka diafragma yang semakin kecil (lubang besar) jika dipadu dengan titik api (focal length) besar akan mampu memberikan ruang tajam yang sempit untuk mengisolasi objek sehingga latar belakang atau latar depannya menjadi kabur (out of focus atau blur). Beberapa lensa memiliki fasilitas image stabilizer yang akan mengubah posisi elemen-elemen lensa untuk mengompensasi guncangan yang terjadi pada kamera atau lensa, sehingga rekaman foto terjaga ketajamannya. Walaupun Anda sering menggunakan tripod atau monopod untuk mencegah guncangan pada kamera, saya rasa fasilitas image stabilizer ini cukup berguna bagi Anda sebagai fotografer outdoor. Beberapa lensa juga menyertakan fasilitas lensa makro sehingga Anda dapat memotret objek-objek kecil dalam jarak dekat, misalnya serangga atau bunga. Jika Anda masih menggunakan body kamera analog (film seluloid), silakan pilih jenis lensa konvensional, misalnya Tamron AF 75-300 mm. Jika Anda menggunakan body kamera digital, silakan pilih jenis lensa kamera digital. Pada produk Tamron, biasanya lensa kamera digital diberi kode DI. Jika Anda menggunakan lensa kamera analog pada body kamera digital, bilangan faktor pengali yang harus diterapkan. Hal ini disebabkan perbedaan antara ukuran film seluloid 135 mm dengan ukuran sensor cahaya (CCD atau CMOS) yang digunakan oleh kamera digital. Sebagai contoh, ketika Anda memasang lensa 100 mm abalog pada body kamera Nikon D80, maka panjang titik api lensa akan menjadi 1,4 X 100 mm = 140 mm. Logikanya, beberapa kamera digital yang ukuran sensor cahayanya sudah sama dengan film seluloid 135 mm seperti Sony Alpha dan Nikon D3 akan memiliki nilai faktor pengali 1. Untuk lensa kamera digital, Anda dapat mempertimbangkan seri AF70-300mm F/4-5.6 Di LD Macro .
—
—
24. Lovandri (lovadri.lovan@XXX.co.id)
Nov 17, 1:47 AM
“Aku sekarang kuliah di UGM Fakultas Sastra dan Budaya. Ajarin aku dong, cara ngambil objek foto yang bernilai seni tinggi”.
Jawab: Saya juga anak Jogja lho… Jape methe, Dab. Coba Anda gabung dengan club foto di kota tercinta. Dulu saya aktif di HISFA. Sekretariatnya di CPC, studio foto milik Pak Johni Hendarta di lingkungan Paku Alaman. Di situ ada pertemuan bulanan, ada lomba foto intern, ada hunting foto bareng, dan bisa ketemu langsung dengan para ahli foto. Salam kenal dan jabat erat.
—
—
23. Yohanes (yohanes_arip08@XXX.co.id) 5
Aug 26, 1:32 PM
“Saya tertarik dengan dunia fotografi dan saya mau belajar tentang itu”.
Jawab: Semoga pengetahuan yang saya bagi di blog ini membantu proses belajar Anda. Silakan buka situs web www.jakartaphotoclub.com. Di situ Anda akan banyak memperoleh teman belajar dan tambahan wawasan.
—
—
22. Haerul Sohib (herulsohib@XXX.co.id)
Nov 9, 2:50 PM
“Mantap efek batunya. Ajarin dong cara buat kerbaunya”.
Jawab: Saya menggunakan foto dari gantungan kunci yang dijual di Malioboro (Jogja) dan latar belakang kertas polos, Pak Haerul. Lalu diberi efek batu dengan Photoshop. Silakan lihat detail langkah-langkah kreasi efek ini di buku “16 Fenomena Cahaya dengan Photoshop” terbitan Elexmedia Komputindo, karangan saya.
Salam kenal dan jabat erat.
—
—
21. Iwan di Cilandak (Jakarta)
Tanya: Mas saya suka sekali ambil objek yang bergerak. Bagusnya pakai kamera jenis apa ya?
Jawab: Kamera jenis apa saja dapat merekam objek bergerak, Pak Iwan. Jika Anda menggunakan kamera jenis kompak (pocket), sebaiknya posisikan tombol dial atau menu ke konfigurasi mode pemotretan otomatis (scene) action atau sport. Biasanya, mode ini ditandai dengan ikon SCN. Scene action atau sport ini mengatur kamera pada kecepatan rana (diafragma yang cepat) dan biasanya dipadu dengan kepekaan cahaya (ISO/ASA) tinggi pada sensor cahaya kamera. Jika Anda tidak mau menggunakan konfigurasi yang otomatis, coba gunakan mode pemotretan prioritas kecepatan rana (S). Pada mode pemotretan tersebut, Anda menyesuaiakan kecepatan rana yang mampu membekukan gerakan objek. Sebagai contoh, kecepatan rana 1/125 detik untuk orang berjalan, kecepatan rana 1/500 untuk orang bersepeda, kecepatan rana 1/1000 atau 1/2000 untuk objek yang bergerak cepat. Pada mode prioritas rana, besarnya lubang diafragma akan menyesuaikan kecepatan rana untuk mendapatkan takaran pencahayaan yang cukup.
—
—
20. Ratna Marthasia di Kembangan (Jakarta)
Tanya: Kenapa kalau memotret pakai ponsel seringkali gelap hasilnya?
Jawab: Kamera digital yang menyatu dengan ponsel menggunakan sensor cahaya yang ukurannya kecil (resolusinya kecil), sampai saat ini baru mencapai 2-3 mega piksel. Oleh karena itu, kamera jenis ini memerlukan cahaya ekstra untuk merekam foto. Jika kita merekam di daerah dengan cahaya seadanya, maka sensor cahaya akan mengalami kesulitan dan mengakibatkan foto menjadi gelap (kurang cahaya atau under exposed). Jika kamera ponsel Anda dilengkapi lampu kilat (blitz atau flash), gunakan fasilitas itu. Ingat pula, daya jangkau lampu kilat (Guide Number) bawaan itu kecil. Jadi, sebaiknya mendekatlah ke objek foto. Siasat lain, rekamlah foto di bawah penerangan lampu atau di ruang terbuka yang sinar mataharinya cukup. Kalau memotret di kerumunan, membonceng saja lampu video atau lampu kilat orang lain.
—
—
19. Benget Manahan di Medan
Tanya: Apakah dengan kamera digital bisa membuat foto untuk ukuran KTP 3X4 cm? Adakah majalah ataupun media serta website panduan belajar buat fotografer amatiran seperti saya? Trims.
Jawab: Bisa saja. Untuk keperluan itu, kamera digital dengan resolusi 3-4 mega piksel sudah cukup. Jika hendak digunakan untuk cetakan foto seukuran 10R (20 X 25 cm), gunakan kamea digital dengan resolusi 8-10 megapiksel.
Jika ingin belajar foto lewat buku, coba saja: “Dasar Fotografi Digital” oleh Makarios Soekojo terbitan InfoKomputer, “Tip Membuat Foto Indah dan Menarik” oleh Vincent Bayu Tapa Brata terbitan MediaKita, majalah “Nikonia”, majalah “Indonesian Photographer”, majalah “Shutter Bug”, majalah “Outdoor Photographer”, majalah “Fotoplus”.
Jika ingin acuan situs web fotografi, coba kunjungi: www.kameradigital.com, www.fotografer.net, www.jakartaphotoclub.com.
—
—
18. Lisa di Medan
Tanya: Horas! Pak, untuk kamera SLR, apakah jernih hasilnya, sekalipun digunakan untuk memotret di atas laut/danau Toba?
Untuk reparasi kamera SLR yang rusak, kemana ya?
Jawab: Horas juga Bu Lisa. Jika Anda memotret di daerah yang memiliki kelembaban tinggi atau udaranya mengandung banyak partikel air, apalagi yang mengandung garam, sebaiknya kamera Anda lindungi dengan pembungkus yang aman namun tidak mengganggu pengoperasian kamera, misalnya kantong plastik. Beri lubang pada bagian lensa agar tidak mengganggu sinar yang masuk ke kamera. Pada bagian depan lensa, sebaiknya Anda tambahkan filter jenis UV (ultra violet) untuk mengeblok sinar ultraviolet yang berlebih di daerah pantai atau pegunungan. Sinar UV dapat mengakibatkan warna kebiruan pada rekaman foto. filter UV berfungsi juga untuk melindungi lensa dari debu, titik air, sidik jari, atau benturan. Di bagian depan lensa terdapat lapisan (coating) yang membantu kualitas tangkapan cahaya. Sayang kalau sampai rusak.
Seusai memotret di daerah laut, jangan lupa membersihkan kamera. Udara di laut mengandung garam dan bersifat korosif. Gunakan cairan pembersih khusus kamera, tissue khusus kamera, blower dan kuas khusus kamera yang dijual di berbagai lab foto.
Jika kamera masuk ke air laut, segera bilas dengan air tawar untuk menghilangkan garam dan air laut. Segera bawa ke pusat reparasi kamera resmi.
Jika Anda memotret di atas kapal yang guncangannya cukup besar, imbangi dengan memposisikan mode pemotretan pada kecepatan rana tinggi atau mode pemotretan prioritas rana (S).
Reparasi kamera sebaiknya ke pusat layanan konsumen masing-masing produsen kamera. Manfaatkan fasilitas garansi pembelian kamera Anda.
—
—
17. Joni di Bandung Selatan
Tanya: Selamat sore, narasumber. Sebenarnya lensa tele itu berapa jauh jarak kemampuannya? Apakah tergantung merk dan kualitas, atau standar? Terimakasih.
Jawab: Hal yang perlu diperhatikan berkaitan dengan jenis lensa adalah sudut rekam dan perbesaran terhadap objek. Lensa foto terdiri dari beberapa jenis: lensa pendek (wide angle), lensa normal (50 mm), serta lensa panjang (tele).
Lensa pendek memiliki titik api di bawah 50mm. Jenis lensa ini menyajikan sudut rekam yang luas, namun daya perbesaran objek yang kecil. Jika Anda ingin memotret pemandangan yang membentang luas, atau memotret di dalam ruang sempit, maka jenis lensa inilah yang Anda perlukan.
Lensa normal (50 mm) memiliki sudut rekam yang sama dengan mata manusia.
Lensa tele memiliki daya perbesaran (magnification ratio) yang besar terhadap ukuran rekaman objek foto. Misalnya, lensa 300 mm memiliki perbesaran sekitar 6X. namun, jenis lensa tele memberikan sudut rekam yang sempit.
—
—
16. Zen di Semarang
Tanya: Kalau kita beli film, ada ASA-nya. Apa fungsinya?
Jawab: ASA atau ISO adalah bilangan yang menyatakan tingkat kepekaan media rekam foto (film seluloid atau sensor cahaya). Semakin kecil bilangan ASA, maka semakin kurang peka film terhadap cahaya. Maka, Anda memerlukan waktu pencahayaan lama atau cahaya yang lebih agar foto tercahayai cukup. Film dengan ASA rendah memberikan butiran gambar yang relatif lebih halus, warna yang lebih jenuh (matang atau saturated), serta kontras yang rendah. Film ini cocok untuk memotret di daerah yang cahayanya cukup melimpah, objek yang kaya warna, serta karakter lembut.
Sebaliknya, film dengan ISO tinggi menghasilkan foto dengan butiran gambar yang relatif kasar, serta kontras gambar yang relatif tinggi. Film ini baik digunakan untuk memotret di daerah yang intensitas cahayanya kurang. Bagus juga digunakan untuk memotret objek yang bergerak, karena ASA tinggi akan memberikan konfigurasi kecepatan rana tinggi sehingga mampu membekukan gerakan objek.
—
—
15. Hari di Yogya
Tanya: Mas, untuk motret malam objek agak jauh, kalau dengan kamera kompak, bisakah itambah ekstra blitz?
Jawab: Bisa saja. Gunakan skenario berikut ini. Pasang kamera digital Anda di penyangga kaki tiga (tripod) agar rekaman foto tidak kabur akibat guncangan. Pasang mode pemotretan ke Bulb (rana kamera tetap membuka selama beberapa detik). Atur pengaturan waktu perekaman dengan teman Anda yang bertugas membawa blitz tambahan ke objek pemotretan. Selama rana kamera membuka, teman Anda menyalakan blitz di dekat objek, pada beberapa sudut. Nah, Anda akan mendapatkan foto objek itu dengan penerangan la,mpu kilat dari beberapa sudut.
—
—
14. Hans
Tanya: Kenapa hasil foto wajah saya bisa berbeda jika wajah difoto langsung (face to face) antara kamera dengan cermin/kaca.
Jawab: Pak Hans, lensa wide angle (lensa pendek) memiliki sifat menarik jarak antar elemen gambar. Hal ini dapat menyebabkan terjadinya distorsi perspektif dan distorsi barrel. Distorsi barrel menyebabkan garis terekam melengkung. Jika Anda merekam dalam jarak yang terlalu dekat, akan mengakibatkan antara lain pipi menjadi tembem akibat garis-garis wajah ditarik menjadi melengkung. Lensa pendek juga mengakibatkan distorsi perspektif, misalnya jika Anda memotret orang dari arah atas dan jaraknya dekat dengan kepala, maka ukuran kepala objek akan menggelembung, sementara badan dan kaki menjadi kecil.
Solusinya, coba memotret dengan jarak yang tidak terlalu dekat dan manfaatkan fasilitas zoom ke titik api lensa yang lebih besar untuk mengatur pembingkaian foto.
—
—
13. Triyanto di Yogya
Tanya: Mas, hal apa saja yang perlu diperhatikan dalam memilih kamera digital? Kamera yang besar optical zoom-nya, mega pixel-nya, atau apanya? Supaya hasilnya indah, tajam dan tidak kabur.
Jawab: Hal yang perlu diperhatikan, antara lain:
1. Resolusi sensor cahaya. Semakin besar resolusi sensor cahaya, semakin besar pula ukuran foto yang dapat direkam. Periksalah, apakah resolusi tersebut merupakan effective pixels. Selain untuk merekam gambar, bilangan resolusi juga di gunakan untuk preview (prapandang) di layar LCD kamera. Effective pixels merupakan besaran resolusi yang digunakan hanya untuk merekam foto.
2. Focal length lensa atau panjang titik api lensa. Pilihlah kamera digital yang lensanya memiliki rentang titik api lensa yang besar, misalnya 25 mm - 180 mm. Hal ini akan memberikan keleluasaan saat Anda ingin merekam objek foto dengan sudut rekam luas, misalnya pemandangan, atau merekam objek yang memerlukan pembesaran cukup karena jauh jaraknya. Titik api lensa yang besar juga memungkinkan Anda memainkan ruang tajam, mengaburkan latar belakang atau latar depan objek foto. Fasilitas zoom terdiri dari dua jenis: digital zoom dan optical zoom. Pilihlah kamera yang memiliki angka optical zoom besar, karena merupakan hasil kerja lensa kamera, bukan hasil kerja software dalam kamera.
3. Kalau memungkinkan, pilihlah kamera yang memiliki lensa buatan produsen terkenal, misalnya Carl-Zeiss, Leica, dan Schneider.
4. Pilihlah kamera yang menyediakan fasilitas pengaturan manual, misalnya mode pemotretan full manual (M), mode pemotretan prioritas kecepatan rana (S), mode pemotretan prioritas diafragma (AV).
5. Pilihlah kamera digital yang menyediakan ragam metode pengukuran cahaya. Misalnya: spot metering, average, 3D Matrix, center weighted, dan lainnya. Metode pengukuran spot metering akurat mengukur cahaya pada satu titik dan digunakan pada kamera profesional (SLR).
6. Pilihlah kamera digital yang memiliki ragam pengaturan pemotretan otomatis. Mode pemotretan otomatis ini sering dikenal dengan istilah scene (SCN). Sebagai contoh: mode pemotretan sport/action, makro, landscape, nightscape, dan lainnya.
—
—
12. Gomer di Manado
Tanya: Saya memakai Nikon D80. Bagaimana sebaiknya mengambil gambar tanpa menggunakan blitz di wkt malam atau siang hari. Terima kasih.
Jawab: Jika Anda hendak merekam foto di malam hari tanpa lampu kilat, posisikan kepekaan sensor cahaya (CCD) ke ISO/ASA tinggi, misalnya ASA 800 atau 1600. Ingat, ISO yang tinggi akan menimbulkan butiran gambar yang semakin besar. Untuk objek yang diam, Anda dapat memanfaatkan fasilitas Bulb (rana membuka selama beberapa detik), sehingga cahaya terus menerus masuk ke dalam sensor cahaya. Setelan kecepatan rana pada posisi Bulb dapat menghasilkan larikan-larikan cahaya dari lampu kendaraan. Pastikan kamera terpasang pada penyangga kaki tiga (tripod) untuk menghindari guncangan kamera yang berakibat tidak tajamnya foto.
Penggunaan lampu kilat pada siang hari biasanya diperlukan untuk menghilangkan bayangan yang keras pada objek (fill-in light) yang difoto di bawah sinar matahari terik. Demikian pula, lampu kilat diperlukan untuk mengimbangi sumber cahaya yang datang dari arah belakang objek foto sehingga objek tidak menjadi siluet. Jika Anda tidak ingin menggunakan lampu kilat, gunakan reflektor dari kertas atau kain dan arahkan ke objek untuk mengurangi kontras bayangan dan menambahkan dimensi.
—
—
11. Dedi di Bandung
Tanya: Bagaimana mendigitalkan foto dari negatif film?
Jawab: Gunakan scanner yang memiliki fasilitas scan transparency/film scanning. Printer semacam itu memiliki tatakan sebagai pegangan untuk memposisikan film saat proses scanning dilakukan. Cermatilah scanner yang memiliki resolusi scanning film dengan resolusi tinggi. Saat melakukan scanning, gunakan resolusi tinggi, misalnya 3200 dpi. Simpan hasil scanning sebagai file gambar tanpa kompresi, misalnya format TIFF.
Organisasikan koleksi foto Anda ke dalam keping CD/DVD atau harddisk eksternal sehingga mudah dicari. Jangan sampai foto yang sudah Anda buat dengan susah payah dan sukar terulang, hilang atau rusak begitu saja. Stock shot Anda adalah aset yang tak ternilai.
—
—
10. Ibu Sari di Yogya
Tanya: Saya ingin mengikuti lomba foto anak. Kasih tips dong, agar foto anak saya tersebut dapat menang. Terimakasih.
Jawab: Ekspresi anak dan suasana dalam foto sangat menentukan keberhasilan foto anak. Untuk memunculkan ekspresi itu, coba rekam ekspresi anak saat bermain. Sediakan mainan kesayangannya atau ajak ke tempat kesukaannya. Orang-orang kesayangan sang anak juga dapat memunculkan ekspresi anak. Manfaatkan bantuan orang-orang ini.
—
—
9. Pudji di Surabaya
Tanya: Kenapa hasil cetak foto tidak sesuai dengan di layar komputer?
Jawab:Karena layar monitor komputer dan sensor kamera digital menggunakan mode cahaya RGB (Red, Green, Blue), sedangkan tinta cetak (printer) menggunakan mode warna CMYK (Cyan, Magenta, Yellow, Black). Anda harus melakukan kalibrasi monitor agar menggunakan profil warna dan mode warna yang mendekati (mirip) dengan tampilan di monitor, misalnya dengan perangkat lunak Adobe Gamma.
—
—
8. Abdul di Tangerang
Tanya: Apakah hasil foto kamera ponsel bisa dipertajam hasilya seperti kamera digital bila diolah menggunakan program penyunting foto (Photoshop)?
Jawab: Bisa saja, Pak Abdul. Sebaiknya, saat merekam foto gunakan resolusi rekam yang paling besar. Coba gunakan filter Unsharp Mask di menu Filters > Sharpen > Unsharp Mask. Kombinasikan antara nilai Amount, Radius dan Treshold.
—
—
7. Doni di Petukangan (Jakarta)
Tanya: Apa beda kamera digital biasa dengan yang biasa digunakan oleh fotografer itu lho.
Jawab: Kamera digital kelas kompak (pocket) tidak bisa dilepas-tukar lensanya, sedangkan dengan kamera digital SLR (Single Lens Reflex) kita dapat menggunakan lensa yang spesifikasinya sesuai dengan kebutuhan pemotretan. Misalnya, ketika akan memotret bangunan, landscape atau pesta kita memerlukan lensa pendek yang memberikan sudut rekam luas. Lain waktu, ketika kita memotret satwa, lensa diganti dengan lensa tele yang memberikan rasio pembesaran objek yang cukup besar dan mampu mengaburkan latar belakang untuk mengisolasi objek foto.Kamera SLR juga dilengkapi prisma kaca yang berfungsi membelokkan cahaya dari lensa, memantul ke prisma dan dibelokkan ke jendela prapandang (view finder). Mekanisme ini bermanfaat ketika membidik objek foto. Ketika tombol pelepas rana ditekan, cermin yang menutupi sensor cahaya/film akan bergerak ke atas, menutup prisma dan tabir bidik. Cahayapun masuk ke sensor cahaya/film dan foto terekam. Pada kamera digital, mekanisme ini tidak ada.
—
—
6. Popy di Jogjakarta
Tanya: Saya suka motret benda bergerak, misalnya binatang karena lebih alami. Bagaimana cara supaya mendapat hasil yang bagus, karena kadang moment bagus tapi ribet ngatur kameranya. Moment-nya keburu hilang.
Jawab: Binatang memiliki indera yang tajam, sehingga dapat mendeteksi kehadiran objek yang mendekat dan meresponnya dengan cepat. Untuk mengantisipasi hal ini, pergunakan titik api lensa yang panjang, misalnya 300 mm atau lebih. Jika diperlukan, pergunakan penyangga kaki tiga (tripod) untuk menghindari guncangan kamera yang berakibat rekaman foto menjadi kabur. Jika perlu, gunakan setelan kepekaan film/sensor cahaya (ASA/ISO) yang agak tinggi, misalnya ASA 400. Setelan ini akan memberikan kecepatan rana cukup tinggi untuk membekukan gerakan objek foto. Jika Anda malas mengeset konfigurasi kecepatan rana, ASA, dan diafragma, posisikan saja ke mode pemotretan otomatis (Scene-SCN) jenis Action atau Sport. Mode pemotretan ini memberikan setelan kecepatan rana dan setelan ASA tinggi. Anda dapat juga memancing objek foto (binatang) dengan umpan agar lebih lama “berpose”.
—
—
5. Setiawan
Tanya: Bagaimana menghilangkan bayangan yang timbul dari lampu kilat kamera? Thank you.
Jawab: Bayangan yang diakibatkan oleh lampu kilat sangat mengganggu. Bayangan dari kepala, misalnya, membuat objek kelihatan seperti memakai konde. Jika Anda menggunakan kamera digital kompak yang lampu kilatnya menyatu dengan badan kamera, usahakan memotret dari arah frontal terhadap objek, tidak membentuk sudut terhadap objek. Beri jarak yang cukup jauh antara objek dengan bidang yang ada di belakangnya. Jika kamera Anda menggunakan lampu kilat yang dapat diarahkan arah pancarnya, arahkan ke langit-langit (jika cukup rendah dan warnanya terang) sehingga cahaya yang jatuh ke objek bersifat baur (menyebar) dari atas. Anda juga dapat membuat reflektor dari kertas putih, tempelkan pada badan lampu kilat atau badan kamera (menghadap ke sumber pancar lampu kilat). Tekuk dan buatlah sudut pantul pada reflektor, mengarah pada objek foto sehingga terbentuk sinar baur (menyebar). Kalaupun terbentuk bayangan, sifatnya lunak dan tidak keras (pekat).
—
—
4. Anna di Bandung
Tanya: Kalo dari merk, kamera digital apa yang Anda sarankan?
Jawab: Wah, saya sebenarnya enggan menyebut merk, Mbak. Tapi kalau harus sebut, hanya sebagai gambaran saja. Ini bukan promosi lho, he..he… Di kelas 10 mega piksel, Anda bisa coba pertimbangkan Nikon Coolpix P5000, Canon Powershoot A640, atau Kodak Easyshare V1003. Berikut ini gambaran pebandingannya:
Nikon Coolpix P5000
Tampaknya, Nikon menghadirkan unggulan di kelas kompak pada seri Coolpix. Salah satu seri yang menjadi unggulan adalah Coolpix P5000. Bidikan dilengkapi dengan sistem stabilisator guncangan yang dapat mengakibatkan foto kabur. Sistem stablisator diterapkan pada lensa. Saat terjadi goncangan, sistem akan menyesuaikan susunan elemen lensa untuk mengompensasi goncangan. Fitur lain yang diunggulkan kamera ini adalah resolusi sensor cahaya jenis CCD 10 mega piksel, jangkauan kepekaan sensor dari ISO/ASA 64-3200, ragam sistem pemfokusan (manual, auto fokus dengan 9 titik acuan, penguncian fokus pada jarak tak hingga, deteksi kontras), serta sistem pemilihan rekaman paling tajam pada mode rekam kontinu (BBS-Best Shot Selector).
Jika disanding dan ditanding dengan Canon Powershoot A640 yang memiliki jangkauan lensa 35-140mm, Nikon Coolpix P5000 kalah dengan jangkauan titik api lensa 36-126mm yang dimilikinya. Jangkauan waktu pencahayaan Nikon Coolpix P5000 antara 8 detik-1/2000 detik juga masih kalah dibandingkan dengan Canon Powershoot A640 yang berada pada 16 detik-1/2500 detik.
Namun demikian kekuatan pancar lampu kilat built-in pada Nikon Coolpix yang mencapai 8 meter masih unggul dibandingkan milik Canon Powershoot A640 yang hanya mencapai jarak 4,2 meter. Ragam mode pencahayaan yang dimiliki Coolpix P5000 (Spot, AF Spot, center weighted dan 256 segments matrix), ragam mode pemotretan (termasuk manual, prioritas kecepatan rana, prioritas disfragma, dan anti-shake), serta dukungan selorok lampu kilat tambahan (hotshoe) cukup menjadikan kamera ini sebagai prioritas pilihan bagi kalangan semi-pro.
Canon Powershoot A640
Canon yang tak mau kalah dengan Nikon, memposisikan seri Powershoot sebagai lokus kamera-kamera kompak unggulan. Canon Powershoot A640 yang merupakan saingan serius bagi Nikon Coolpix P5000 mengusung sensor cahaya jenis CCD dengan resolusi efektif 10 mega piksel. Jangkauan kepekaan sensor cahaya antara ISO/ASA 80-800 pada kamera ini masih kalah dibandingkan dengan Nikon Coolpix P5000.
Selain sistem Infinity Lock, pemfokusan Canon Powershoot A640 tidak kalah jauh dibandingkan saingannya. Kamera ini menyediakan pemfokusan manual dan autofokus dengan 9 titik acuan. Salah satu keunggulan Powershoot A640 adalah 21 mode pemotretan yang dimilikinya (termasuk bidikan prioritas diafragma, prioritas kecepatan rana, dan bidikan manual penuh). Cukup memberi keleluasaan untuk situasi yang membutuhkan konfigurasi teknis secara cepat.
Ragam metode pengukuran cahaya (spot, evaluative, dan center-weighted average), jangkauan titik api yang lumayan (35-140mm, zoom optis 4X), serta perangkat lunak Photostich (untuk merangkai beberapa seri foto menjadi foto panorama) cukup kuat memposisikan Canon Powershoot A640 sebagai alternatif bagi kalangan amatir yang serius.
Kodak Easyshare V1003
Alternatif lain pada kamera kompak digital kelas 10 mega piksel ada pada Kodak V 1003. Kamera ini memiliki jangkauan kecepatan rana antara 8 detik sampai dengan 1/1500 detik dan kepekaan sensor cahaya jenis CCD antara ISO/ASA 80-1600.
Lensa yang digunakan oleh Kodak V 1003 dibuat adalah jenis aspherical dan memiliki focal length (jangkauan titik api) 36-108 mm. Sistem pemfokusan meliputi multi-zone dan center spot, namun tidak menyediakan fokus manual.
Metode pengukuran cahaya spot metering yang menjadi incaran pengguna semi-profesional disediakan oleh Kodak V1003, selain metode multi-segment dan center weighted. Salah satu hal yang perlu diperhatikan jika menggunakan kamera ini adalah jarak pancaran lampu kilat built-in yang hanya mencapai 3 meter. Jika memerlukan memotret dengan bantuan lampu kilat, lebih baik mendekatlah kepada objek.
—
—
3. Marcos di Manado
Tanya: Selamat sore, nanya nih.. Untuk hasil cetak foto manual, kertas cetak seperti apa yang bagus? Apakah dapat dicetak dengan tambahan lapisan cairan cleaner?
Jawab: Maksud Anda, mencetak sendiri dengan printer? Coba kertas cetak foto dari produsen terpercaya, misalnya Epson, Canon atau HP (Hewlet-Packard). Sebaiknya Anda menggunakan sistem yang terintegrasi. Misalnya, jika printer Anda dari Epson, maka gunakan tinta asli epson dan kertas cetak foto Epson juga. Zat pelindung biasanya terkandung pada tinta asli, misalnya Epson Durabrite.
—
—
2. Tina Di Medan
Tanya: Selamat sore. Bagaimana cara mengetahui kamera bermerk, asli atau palsu? Apakah benar kita tidak boleh memotret jika cuaca mendung?
Jawab: Setiap kamera pasti memiliki nomor seri produk. Nomor tersebut juga tercantum pada kartu garansi produk. Check dan cari tahu nomor seri produk tersebut ke service center atau customer service merk kamera tersebut.
Dalam situasi cuaca mendung, Anda tetap dapat memotret. Cahaya baur (menyebar) akibat sinar matahari yang melalui awan justru memberikan bayangan yang lembut. Namun, untuk membantu pencahayaan, pergunakan lampu kilat berintensitas rendah sebagai fill-in light.
—
—
1. Mardi di Jakarta Barat
Tanya: Mas Vincent Bayu Tapa Brata, untuk menjadi fotografer keluarga yang handal, kemampuan dasar apa yang harus dimiliki? Bagaimana melatih sense kita?
Jawab: Silakan Anda belajar pencahayaan dengan lampu kilat atau lampu studio. Cari tahu kedekatan emosional antara anggota keluarga, sehingga Anda dapat menata posisi dan pose masing-masing anggota keluarga.